UPDATE

Blitz Card Promo at Teraskota Mall

*) Buy 2 Get 1 Tiket
- Berlaku POS, BTM, BCM dan Online
- Hanya untuk film reguler (tidak berlaku untuk film 3D dan Hindie)
*) Disc Up To 30% di Blitzshope Blitzmegaplex Teraskota

# Syarat dan ketentuan berlaku
# Hanya pada tanggal 6-8 Agust 2010, 13-15
Agust 2010 dan 20-22 Agust 2010

Thanks


-eZy-

Blitz Club Community

Komunitas Pengemar Blitzmegaplex di: Blitz Club yahoogroups  

Jumat, 03 April 2009

Tiga Dimensi di Bioskop blitzmegaplex Jakarta!

Tiga Dimensi di Bioskop blitzmegaplex Jakarta!

Dalam waktu dekat, nonton di bioskop blitzmegaplex akan jadi lebih seru, dengan diterapkannya teknologi 3D alias 3 Dimensi!


Perubahan yang diakibatkan teknologi 3D ini bisa disamakan dengan perubahan besar di dunia perfilman ketika film berwarna pertama kali digunakan. Film yang tadinya hanya hitam putih, menjadi lebih hidup dan meyakinkan ketika memiliki aneka warna. Nah, sekarang film yang berwarna menjadi lebih nyata karena 3D, sensasi nonton film bioskop tentunya jadi tambah luar biasa!

RealD adalah salah satu nama terdepan dalam bidang teknologi 3D, telah 30 tahun memberikan pengalaman nonton 3D paling menakjubkan di bioskop-bioskop terkemuka di seluruh dunia. RealD adalah yang pertama menggunakan sistem proyeksi stereo untuk bioskop digital, dan telah bekerjasama dengan berbagai rekanan di seluruh dunia untuk menciptakan pengalaman nonton 3D yang paling dahsyat.

Penerapan teknologi 3D yang biasanya ditemui di Indonesia menggunakan Dolby 3D. Sama-sama menggunakan proyektor tunggal yang lebih modern, Dolby 3D menembakkan gambar ke layar putih biasa. Sementara itu, teknologi 3D RealD menembakkan gambar ke layar yang sudah dilapis dengan bahan khusus, yang kerap disebut juga "the silver screen" alias layar perak. Keunggulan kualitas layar perak ini yang memungkinkan gambar 3 Dimensi yang dihasilkan terlihat lebih nyata dan terang. Karena itulah muncul ungkapan "bintang layar perak".

Saat ini, makin banyak film yang menggunakan teknologi 3 Dimensi alias 3D. Karena blitzmegaplex selalu ingin memberikan pengalaman hiburan yang tak terlupakan, dalam waktu dekat bioskop blitzmegaplex akan segera menggunakan sistem RealD di site-site tertentu. blitzmegaplex akan menjadi bioskop pertama di Asia Tenggara yang menggunakan sistem 3D dari RealD ini.

Site yang akan menggunakan teknologi 3 Dimensi RealD di masing-masing auditorium 9-nya adalah bioskop blitzmegaplex di Grand Indonesia, dan Mall of Indonesia di Jakarta. Jika tidak ada hambatan yang berarti, fasilitas 3D ini akan mulai bisa dicoba oleh blitzers pada tanggal 8 April 2009, hari Rabu, dengan film-film Monsters vs Aliens, Machine Girls, Superhap, dan Stir of Echoes II!

Tetap periksa www.blitzmegaplex.com untuk update berita terbaru mengenai 3D RealD di bioskop blitzmegaplex berikutnya.

Rabu, 01 April 2009

Festival Sinema Prancis

CALENDRIER DE PROGRAMMATION
- Festival du Film Français 2009 -

SCREENING SCHEDULE
-French Movie Festival 2009

17 avril/17 April

Usmar Ismail Hall
18h30 : Réception
19h30 : Cérémonie d’ouverture/Opening Ceremony
20h00 : Film d’ouverture/ Opening Film : Les femmes de l’ombre (Female agents)


18 avril/18 April

Horaires (Time) Studio XXI (FX Plaza)
14.30 La tête de maman (In Mom's head)
17.00 Un secret (A secret)
19.30 Go fast
21.40 Je crois que je l’aime (Could this be love?)


19 avril/ 19 April

Horaires Studio XXI (FX Plaza)
14.30 Ceux qui restent (Those who remain)
17.00 Le premier jour du reste de ta vie 5the first day of the rest of your life)
19.30 Les femmes de l’ombre (Female agents)
21.40 L’heure zéro (Towards zero)


20 avril/ 20 April

Horaires Studio XXI (FX Plaza)
19.30 7 ans (7 years)


21 avril/21 April

Horaires Studio XXI (FX Plaza)
19.30 Tout est pardonné (All is forgiven)


22 avril/ 22 April

Horaires Studio XXI (FX Plaza)
19.30 Naissance des pieuvres (Water lilies)


23 avril/ 23 April

Horaires Studio XXI (FX Plaza)
19.30 13m²


24 avril/ 24 April : Soirée " Romantique "/ "Romantic night"

Horaires Studio XXI (FX Plaza)
19.30 Un baiser s’il vous plaît(Shall we kiss?)
21.40 Ce soir je dors chez toi (Tonght I'll sleep at yours)

Horaires Blitzmegaplex(Grand Indonesia)
19.30 Je crois que je l’aime (Could this be love?)
21.40 Modern Love


25 avril/ 25 April

Horaires Studio XXI (FX Plaza)
14.30 Jean de la Fontaine
17.00 Vilaine
19.30 Modern Love
21.40 Go fast

Horaires Blitzmegaplex (Grand Indonesia)
14.30 Seuls two (Two alone in Paris)
17.00 Le premier jour du reste de ta vie (The first day of the rest of your life)
19.30 Ce soir je dors chez toi (Tonight I'll sleep at yours)
21.40 Le nouveau protocole (The new protocol)


26 avril/ 26 April

Horaires Studio XXI (FX Plaza)
14.30 Seuls two (Two alone in Paris)
17.00 Je crois que je l’aime (Could this be love?)
19.30 Le nouveau protocole

Horaires Blitzmegaplex (Grand Indonesia)
14.30 Vilaine
17.00 Un baiser s’il vous plaît (Shall we kiss?)
19.30 Film de clôture / Closing film : Entre les murs (The class)

Selasa, 03 Maret 2009

Maret, Bulan Film Nasional Indonesia


Bulan Maret sudah datang! Apa yang istimewa dari bulan ini?

Mungkin masih banyak yang belum tahu, tapi tanggal 30 Maret adalah hari film Nasional. Ditetapkannya penggunaan tanggal tersebut berasal dari hari pertama syuting film Doa dan Darah, 30 April 1950, yang menurut catatan sejarah dianggap sebagai film Indonesia pertama. Doa dan Darah dibuat oleh perusahaan film Indonesia (PERFINI), disutradarai oleh pelopor perfilman Indonesia, Usmar Ismail, dan dibintangi oleh orang-orang Indonesia.

Untuk menyambut datangnya tanggal 30 Maret ini, Dewan Kesenian Jakarta menggelar Bulan Film Nasional yang rangkaian acaranya berupa pemutaran film, pameran sejarah bioskop, dan penggalangan dana untuk upaya pelestarian arsip film-film Indonesia dari jaman dulu hingga sekarang.

Yang sangat menarik untuk pecinta film tentunya adalah acara screening film-film Indonesia dalam program "Sejarah adalah Sekarang 3" yang digelar DKJ melalui Kineforum, bekerjasama dengan lembaga lainnya. Dipertunjukkan tanggal 1 - 31 Maret di Kineforum dan Komunitas Salihara, screening film tersebut gratis dan bisa dihadiri oleh siapa saja!

Memutar total 17 film panjang dan 12 film pendek, program screening gratis ini terbagi menjadi beberapa tema yang keren:

1. Romansa Enam Dekade-Menampilkan film dengan cerita-cerita cinta sejak tahun 1950-an sampai 2000-an, dimana disetiap masanya cerita-cerita tersebut memiliki latar belakang cerita sesuai dengan permasalahan sosial di setiap masanya. Film yang diputar antara lain Tiga Dara (1956) yang legendaris, Badai Pasti Berlalu versi Teguh Karya (1977) yang fenomenal, Ramadhan dan Ramona (1992) yang romantis abis, hingga yang lebih modern yaitu AADC (2001), dan LOVE (2008)

2. Tema Underworld-Memutar film yang berkisah tentang sisi lain dunia, sisi yang kelam dan keras. Mulai dari Mat Peci Pembunuh Berdarah Dingin ( 1978 ) karya Willy Wilianto sampai film modern , Jakarta Undercover ( 2007 ) karya Lance.

3. Body Of Works-Memutar film-film karya pekerja film tertentu sebagai bentuk penghargaan terhadap dedikasi mereka. Tahun ini yang diputar adalah film-film Bing Slamet, dan film-film karya Sutradara Djadug Djajakusuma. Event ini menarik karena Bing Slamet dapat dianggap sebagai salah satu pelopor genre film komedi Indonesia, sementara Djadug Djajakusuma adalah salah satu pendiri PERFINI dan filmnya yang berjudul Harimau Tjampa (1953) terhitung sangat istimewa karena tercatat sebagai salah satu film Indonesia pertama yang berani menampilkan pose dan adegan berani dari bintang film Nurnaningsih.

4. Kali Pertama-Memutar film-film pendek debut 12 sutradara film Indonesia masa kini mulai dari karya pertama Garin Nugroho, Nan T. Achnas, Riri Riza, Hanung Bramantyo, hingga Aria Kusumadewa.

5. Dunia Perempuan Nia Dinata-Mempertunjukkan empat film karya sutradara Nia Dinata yang kental dengan isyu-isyu perempuan dan dunia perempuan.

www.dkj.or.id
http://kineforum.wordpress.com/2009/02/20/sejarah_adalah_sekarang_3

Selasa, 24 Februari 2009

Oscar # 81

 Oscar # 81 Complete List (Slumdog Millionaire - 8 wins!)

   1. Actor in a Leading Role : Sean Pean (Milk)
   2. Actress in a Leading Role : Kate Winslet (The Reader)
   3. Directing : Slumdog Millionaire
   4. Foreign Language Film : Departures
   5. Music (Song) : Slumdog Millionaire
   6. Music (Score) : Slumdog Millionaire
   7. Film Editing : Slumdog Millionaire
   8. Sound Mixing : Slumdog Millionaire
   9. Sound Editing : Dark Knight
  10. Visual Effects : The Curious Case of Benjamin Button
  11. Documentary Short : Smile Pinki
  12. Documantary Feature : Man on Wire
  13. Actor in Supporting Role : Heath Ledger (The Dark Knight)
  14. Short Film (Live Action) : Spielzeugland (Toyland)
  15. Cinematography : Slumdog Millionaire
  16. Make Up : The Curious Case of Benjamin Button
  17. Costume Design : The Duchess
  18. Art Direction : The Curious Case of Benjamin Button
  19. Short Film (Animated) : La Maison en Petits Cubes
  20. Writing (Adapted Screenplay) : Slumdog Millionaire
  21. Writing (Original Screenplay) : Milk
  22. Actress in a Supporting Role : Penelope Cruz (Vicky Cristina Barcelona)

Senin, 26 Januari 2009

The Cottage



Directed by: Paul Andrew Williams


Cast: Andy Serkis, Reece Shearsmith, Jennifer Ellison, Steven O'Donnell

Duration: 92 min


Dua orang kakak beradik, David dan Peter, menculik Tracey anak perempuannya bos dunia kejahatan terkenal bernama Arnie, dan menahannya di sebuah pondok terpencil. Akan tetapi, pada saat anak lelakinya yang licik dan bodoh Andrew mengirim uang tebusan kepada David dan Peter, mereka baru menyadari bahwa mereka telah tertipu dan tanpa disadari dirinya sedang diikuti oleh tukang pukul brutal dari Korea. Pada akhirnya, Tracey berhasil melarikan diri dengan Peter sebagai sandera dan menerobos masuk daerah yang tidak dikenal. Mereka pun harus menghadapi seorang sadis, pembunuh berantai sakit jiwa, The Farmer, menguasai daerah tersebut dan memulai membantai mereka.


http://www.blitzmegaplex.com/

Sabtu, 24 Januari 2009

The Bank Job

Kejadian perampokan bank ini berlangsung tahun 1971 dan dituangkan dalam layar lebar. Namun di kehidupan nyata perampokan itu tak pernah terungkap. Ini dia!

Terry Leather (Jason Statham) berada dalam kondisi keuangan yang terdesak. Sementara keinginan terbesarnya adalah membahagiakan istri dan kedua anaknya. Nasib mempertemukan Terry kembali dengan teman lamanya, Martine Love (Saffron Burrows).

Martine mengajak Terry untuk merampok bank di Baker Street, London. Terry mengumpulkan beberapa orang untuk membuat rencana besar tersebut.

Sempurnanya ia mendapatkan sebuah tempat kosong di samping bank. Ia pun menggali tanah untuk menuju ruang penyimpanan brankas bank tersebut.

Rencana demi rencana dijalankan mereka dengan cermat. Tim Terry memang bukan kalangan profesional, terlihat dari kesembronoan mereka dalam bertindak-tanduk. Namun itu jadi salah satu nilai lain di film ini.

Akhirnya sebesar 3 juta pounsterling berhasil mereka kantongi. Tapi ternyata masalah bukan berujung pada penyelidikan polisi yang harus menyeret mereka ke penjara.

Mereka malah berurusan dengan banyak pihak terkait beberap dokumentasi orang-orang penting itu ikut terbawa. Pemerintah hingga mafia turut terlibat dalam skandal ini dan kuncinya ada pada Terry.

Banyak intrik tak terduga yang bisa Anda temukan dalam film ini. Belum lagi strategi yang dirancang terkesan sedikit membingungkan namun ternyata ide brilian. Penuh ketegangan dan membuat Anda tak berhenti menebak apa yang akan terjadi berikutnya.

Alurnya pun tak terlalu cepat, sehingga penonton diajak untuk berinteraksi lebih dalam. Aksen British yang kental membuat film ini berbeda ditambah dengan warna gambar yang tak terlalu tajam. Sang sutradara, Roger Donaldson sepertinya sengaja menampilkan sisi "gelap" dalam peristiwa tersebut.

Dick Clement dan Ian La Frenais menuliskan kisah yang cukup logis untuk skandal sebegitu besarnya.

http://movie.detikhot.com

Kamis, 22 Januari 2009

They Wait

Sebuah film horror garapan Ernie Barbarash bertajuk THEY WAIT akan segera memenuhi dahaga para horror flick di Indonesia. Sutradara berbakat yang pernah memotori film horror -sci-fi sukses berjudul Cube Zero (2007) ini berharap filmnya dapat “berhasil” di Asia termasuk Indonesia. THEY WAIT sudah diputar di festival film di Toronto dan Vancouver alhasil film ini menerima tanggapan positif dari sejumlah kritikus film di sana. Memang pantas jika Film ini berhasil meraih 3 nominasi Leo Award 2008 antara lain; Best Feature Length Drama, Best Picture Editing in a Feature Length Drama dan Best Production Design in a Feature Length Drama


THEY WAIT bukan re-make film horror Asia, cerita dan skenarionya asli karya Trevor Markwart. Dalam menyutradarai, Barbarash tahu bagaimana agar filmnya terlihat apik. Barbarash memilih Jaime King (The Spirit 2008) sebagai tokoh utama yang disanding peran dengan aktor muda berbakat keturunan Indonesia berumur sembilan tahun, Regan Sander Wirahardja Oey yang pernah sukses dalam film komedi Amerika Kickin It Old Skool (2007).

THEY WAIT adalah kombinasi cerita hantu menakutkan dengan unsur drama yang kuat serta isu multi budaya Asia dan Amerika. Setelah tinggal di Shanghai selama 3 tahun, Sarah, suaminya, Jason dan putra mereka Sammy, kembali ke Amerika Utara untuk menghadiri pemakaman keluarga. Tetapi sesuatu yang aneh mulai terjadi. Sammy mulai melihat hantu dan jatuh sakit. Pengobatan tradisional barat tidak bisa membantu. Akhirnya Sarah menemui penjual obat misterius yang memperingatkan bahwa putranya Sam sedang ditahan oleh arwah gentayangan. Sarah harus mencari tahu keinginan arwah tersebut untuk menyelamatkan Sam. Waktu semakin singkat, jika matahari terbit keesokan harinya, pada hari terakhir Bulan Hantu, sammy akan hilang untuk selamanya.

Berhasilkah Sarah menyelamatkan putranya Sammy dari pengaruh setan…? Dapatkah keluarga mereka bertahan hidup? Saksikan THEY WAIT mulai 21 Januari hanya di Blitzmegaplex. (oz2009)

Info: Platinum Pictures (Indonesia Distributor)
phone : 021-92995700
emailto film.publisher@gmail.com
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nonton yuk!!!

Rabu, 21 Januari 2009

The Dreaming Stories Festival di blitzmegaplex Grand Indonesia

January 22, 2009 to January 26, 2009

Blitzmegaplex Grand Indonesia

Dreaming Stories: Australian Indigenous Cultural Festival di blitzmegaplex tanggal 22 - 26 Januari 2009.

Festival yang diadakan oleh Kedutaan Besar Australia ini selain mempertunjukkan berbagai kebudayaan penduduk asli Australia di Grand Indonesia Shopping Town, juga akan ada screening berbagai film asli Australia di blitzmegaplex Grand Indonesia.

Yang seru, menghadiri acara Festival Dreaming Stories memberikan kesempatan untuk pergi ke Sydney gratis!


Ten Canoes
Jumat, 23 Januari 2009 (19:30 WIB)
Senin, 26 Januari 2009 (17:00 WIB)

Directed by: Rolf de Heer, Peter Djigirr

Cannes Film Festival - Un Certain Regard : Special Jury Prize
Australian Film Institute Awards – Best Picture, Best Director, Best Original Screenplay

Sebuah kisah tentang ritual menjelang dewasa di salah satu suku asli Australia. Dayindi mendapatkan lebih dari sekedar belajar membuat kano dari pohon pada perburuan pertamanya di rawa-rawa Arafura, ia juga mendapatkan pelajaran moral dan adat dari Minygululus.

--------------------------------------------------------------------------------
Australian Rules
Sabtu, 24 Januari 2009 (14: 45 WIB)
Senin, 26 Januari 2009 (19:00 WIB)

Directed by Paul Goldman

Di Teluk Prospek, di ujung Australia Selatan, dua kelompok Goonyas (berkulit putih) dan Nungas (berkulit hitam) bertemu dalam satu-satunya hal yang bisa mempersatukan mereka: lapangan bola. Tetapi rasialisme dan perbedaan kelas membayangi prospek kemenangan tim campuran ini. Isu ini sangat dirasakan oleh Blacky, remaja kulit putih yang lebih tertarik pada buku ketimbang olahraga, dan sahabat karibnya Dumby, bintang dalam tim olahraga tersebut yang juga kebetulan seorang Aborigin.

--------------------------------------------------------------------------------
The Tracker
Sabtu, 24 Januari 2009 (17:00 WIB)
Minggu, 25 Januari 2009 (14:45 WIB)
Directed by Rolf de Heer

Flanders International Film Festival – Best Screenplay
Australian Film Institute Awards – Best Actor
Venice Film Festival – Special Mention

Tahun 1922, di suatu tempat di Australia, seorang pria suku asli Australia dituduh telah membunuh seorang perempuan kulit putih. Tiga pria kulit putih yang bernama The Fanatic, The Follower dan The Veteran, ditugaskan untuk menangkap tersangka dengan bantuan seorang pencari jejak Aborigin (The Tracker). Dalam misi ini mereka harus menghadapi bahaya yang lebih besar daripada sekedar menembus pedalaman Australia: rasialisme dan pertentangan dalam batin masing-masing.

--------------------------------------------------------------------------------
Razzle Dazzle: A Journey Into Dance
Minggu, 25 Januari 2009 (17:00 WIB)

Directed by Darren Ashton

Dalam sebuah ajang lomba tari Sanosafe Troupe Spectacular, murid-murid sang guru tari super serius, Mr. Jonathon, harus berhadapan dengan juara bertahan 5 kali, asuhan Miss Elizabeth. Sementara itu Justine yang ambisius menghalalkan segala cara agar putrinya, Tenille, bisa mendapatkan posisi penari utama dalam tim yang pasti menang.

Film komedi segala usia ini mengisahkan dunia tersembunyi di balik kompetisi tari anak-anak dan dijamin mengundang tawa.
--------------------------------------------------------------------------------
Yolngu Boy
Minggu, 25 Januari 2009 (19:00 WIB)
Directed by Stephen Johnson
Lorrpu, Botj dan Milika, tiga bocah Yolngu (Aborigin) yang pernah berbagi mimpi menjadi pemburu sejati. Tetapi, banyak yang berubah ketika mereka remaja. Botj jadi berandalan sehingga pernah masuk penjara. Milika lebih suka main sepakbola dan merayu cewek. Hanya Lorrpu yang masih melaksanakan budaya Aborigin dan berniat mencapai mimpi lama mereka. Suatu kali Botj melanggar batas dan terancam kembali dipenjara. Lorrpu harus memilih antara masa depannya dan menyelamatkan masa depan sahabatnya. Maka ketiga pemuda ini memulai petualangan mereka ke Darwin untuk membela Botj di depan ketua suku Dawu. Sepanjang perjalanan, mereka harus menggunakan segenap kemampuan dan insting mereka, pengetahuan kuno suku Aborigin, serta kekuatan persahabatan mereka.

--------------------------------------------------------------------------------
Rabbit-Proof Fence
Senin, 26 Januari 2009 (14:45 WIB) - Screening khusus merayakan Hari Jadi Australia

Directed by Phillip Noyce

Australian Film Institute Awards – Best Picture
Edinburg International Film Festival – Audience Award
Denver International Film Festival – Audience Award
National Board of Review – Best Director
San Francisco International Film Festival – Special Citation
Nominated for Golden Globe Award – Best Original Score

Film ini dibuat berdasarkan memoar berjudul sama karya Doris Pilkington Garimara. Mengisahkan tiga gadis campuran kulit putih - Aborigin yang melarikan diri dari Suaka Pemerintah Moore River Untuk Suku Asli di sebelah utara Perth, dan kembali ke keluarga Aborigin mereka setelah dipisahkan semenjak 1931. Ketiga gadis ini harus berjalan kaki selama 9 minggu pulang ke Jigalong, menempuh jarak 2414 km dengan menyusuri pagar anti kelinci, sebuah pagar pengaman untuk menanggulangi hama kelinci dan terbentang membelah Australia Barat dari utara ke selatan. Sementara itu mereka juga harus menghindari seorang pelacak jejak Aborigin dan pegawai pemerintahan berkulit putih yang berniat membawa mereka kembali ke Moore River.

Film ini dibintangi oleh Kenneth Branagh (Frankenstein, Valkyrie) dan Sinematografinya yang berhasil memberikan gambar-gambar menakjubkan digarap oleh Christopher Doyle (Chungking Express, Psycho)

Untuk menonton gratis, dapatkan tiketnya dengan menelpon nomor hotline Dreaming Stories Festival 021 - 2550 5400

Informasi lebih detil mengenai program ini, klik www.indonesia.embassy.gov.au atau www.dfat.gov.au/in2oz

http://www.blitzmegaplex.com/

Selasa, 20 Januari 2009

BURN AFTER READING

Seorang analis CIA, Osbourne Cox (John Malkovich), merasa kecewa dirinya diberhentikan dari kasus penting dan memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya. Cox yang mantan peminum ini, memberitahu kabar buruk ini kepada istrinya, Katie Cox (Tilda Swinton) yang disambut amarah sang istri yang kesal dengan suaminya. Katie yang punya selingkuhan bernama Harry Pfarrer (George Clooney), berniat menceraikan Cox.

Cox berniat sendiri punya rencana membuat diari tentang hidupnya dalam sebuah CD. Sayangnya disk itu berpindah tangan secara tak sengaja dan ditemukan oleh salah seorang pegawai fitnes, Chad Feldheimer (Brad Pitt) dan merencakan memeras Cox ditemani sahabatnya, Linda Litzke (Frances McDormand). Linda yang butuh uang untuk operasi plasti wajahnya, mendukung penuh rencana Chad. Keduanya sempat menemui Cox namun gagal memerasnya. Akhirnya keduanya membawa informasi tersebut ke kedutaan Rusia.

Sementara itu, tanpa diketahui Katie, ternyata Harry punya menjalin hubungan cinta dengan Linda. Sedangkan Chad, masih sibuk dengan rencana selanjutnya, yaitu mendatangi rumah Cox yang saat itu kebetulan ada Harry yang habis lari pagi dan ingin mandi di rumah Katie. Disitulah semua kejadian berpadu menjadi satu. Ada pembunuhan, dan ada penyelesaian. Semua terbuka di akhir cerita. Disinilah keputusan demi keputusan, ditentukan oleh pemimpin CIA.

Minggu, 18 Januari 2009

BedTime Story | Dongeng Yang Menjadi kenyataan

Marty Bronson (Jonathan Pryce), seorang pengusaha yang mengurusi hotel kecil bersama kedua anaknya laki-laki dan perempuan. Marty merupakan seorang pendongeng yang baik tapi bukan seorang pangusaha yang sukses. Suatu ketika ia harus menjual hotelnya yang mulai merugi kepada pengusaha licik bernama Barry Nottingham (Richard Griffiths) yang berjanji akan menjadikan anak laki-laki Marty, Skeeter Bronson (Adam Sandler), menjadi manajer di hotelnya ketika dewasa kelak. Sayangnya, Marty keburu wafat dan tak sempat melihat nasib Skeeter saat ia dewasa.


Dua puluh lima tahun kemudian, ketika hotel tersebut berkembang menjadi hotel yang besar. Ternyata Skeeter yang bukannya menjadi manajer, malah ditempatkan sebagai pelayan di hotel itu dengan segala pengabdian. Ketika Nottingham akan mendirikan hotel yang lebih besar dan mempunyai niat untuk menjadikan calon menantunya yang sombong, Kendall (Guy Pierce), menjadi manajer di hotel itu. Tentu saja hal itu membuat Skeeter hancur.

Di saat yang bersamaan, Skeeter dimintai tolong oleh adik perempuannya, Wendy (Courtney Cox) untuk menjaga kedua keponakannya karena Wendy harus keluar kota. Awalnya Skeeter malas. Namun akhirnya iapun bersedia menjaga Patrick (Jonathan Morgan Heit) dan Bobbi (Laura Ann Kesling) bersama dengan teman Wendy, Jill (Keri Russell).

Jill menjaga Patrick dan Bobbi di siang hari dan skeeter pada malam hari. Ketika waktu tidur tiba, mereka minta dibacakan dongeng, dibeberapa bagian donggeng yang diceritakan Skeeter, ternyata ditambahin adegan-adegan lucu oleh Patrick dan Bobbi. Yang tak diketahui Skeeter, dongeng yang diceritakannya itu menjadi kenyataan. Setelah sadar dongengnya menjadi kenyataan, Skeeter malah mempergunakan kesempatan ini untuk kepentingannya sendiri, sehingga menjadi malapetaka. Campur tangan kedua keponakannya inilah yang nantinya akan mengubah rencana Skeeter. Kini ia harus berusaha bagaimana mengembalikan keadaan yang sempat dirusaknya gara-gara dongeng ini.

Sebagai film tentang dongeng, kita akan disuguhkan hal-hal mustahil yang bisa terjadi. Yang akan mebawa kita ke alam imajinasi anak-anak yang liar dan berakhir dengan happy ending. Lucu dan menyegarkan itulah kesan dari film ini.

"Tanpa sebuah usaha, kita tidak akan pernah mendapatkan buah yang manis dalam kehidupan. Sesuatu yang instan hanyalah kebahagian sementara, tapi usaha yang keras akan menjadi harga yang mahal untuk kebahagiaan kita yang abadi"

Sabtu, 17 Januari 2009

Twilight | Kisah Romantis Antara Manusia Dan Vampire

Twilight bercerita tentang hubungan asmara vampire -Edward Cullen- dan manusia -Bella Swan- yang penuh perjuangan dan pengorbanan.

Cerita dimulai ketika Bella Swan (Kristen Stewart) dikirim ibunya untuk tinggal bersama Ayahnya di kota kecil Forks, Washington yang dingin dan sering hujan. Ketika ia bertemu dengan Edward Cullen (Robert Pattison) yang membuatnya jatuh hati. Edward bukanlah pria yang biasa ia temui. Namun ada sesuatu yang luar biasa dengan Edward, selain dia pintar dan dapat berlari secepat angin, menghentikan mobil berkecepatan tinggi hanya dengan kedua tangannya. Ternyata Edward adalah vampire namun ia tidak memiliki taring dan ia beserta keluarganya memilih untuk tidak mengisap darah manusia.


Mereka berdua menjadi sepasang kekasih. Bagi Edward – Bella adalah gadia yang ia tunggu selama 90 tahun – sebagai belahan jiwanya. Namun semakin dekat hubungan mereka – semakin berat usaha Edward untuk mengontrol dirinya. Belum lagi ada masalah saat James (Cam Gigandet), Laurent (Edi Gathegi), dan Victoria (Rachel Lefevre) datang ke kota kecil Forks. Mereka adalah vampir yang tak segan membantai seisi kota untuk memuaskan hasrat mereka.

Perjuangan yang dilakukan Edward untuk melindungi Bella dari ancaman James dan pengorbanannya untuk tidak menjadikan Bella sebagai vampire, merupakan kisah cinta yang rumit antara dua makhluk yang berbeda.

Rabu, 14 Januari 2009

Pekan Film Jepang

Pekan Film Jepang
Karya Kurosawa Kiyoshi & Kitano Takeshi
Kine Forum DKJ
Bioskop 21 TIM)
Kompleks TIM,
Jl. Cikini Raya 73

Teks bahasa Inggris.Terbuka untuk UMUM. GRATIS. Tanpa tanda masuk.Kapasitas ruang max. 130 kursi.

Kiyoshi Kurasawa
Kurosawa memulai karirnya sebagai sutradara tahun 80-an dengan film-film kisah yakuza dengan biaya minim. Kyua (Cure) (1997)adalah karyanya berupa serial pembunuhan yang mendapat pengakuan dunia internasional . Di tahun yang sama Kurosawa mulai membuat film jenis two thrillers back-to-back, berjudul Serpent's Path and Eyes of the Spider
Pada tahun 1999 Kurosawa melahirkan Charisma, sebuah karya kelanjutan dari Cure. Di tahun 2001 ia menyutradarai Pulse, film hantu yang bergentayangan melalui jaringan internet. Selanjutnya, Kurosawa merilis Akarui Mirai (Bright Future) (2003) yang dibintangi Tadanobu Asano, film pertama yang menggunakan 24p High-Definition video camera.

Takeshi Kitano
Adalah sutradara, komedian,aktor, editor film,presenter, penulis skenario, penulis, penyair, pelukis, desainer video game yang memperoleh banyak kritik sekaligus pujian dari dalam maupun luar negeri untuk karya-karyanya yang dinilai kerap menampilkan perilaku ganjil dan eksentrik. Di luar dunia perfilman ia populer dengan sebutan Beat Takeshi.
Film awal Kitano berkisah seputar gangster yakuza atau polisi. Karya film Kitano secara paradoks kerap meninggalkan tekanan yang kontroversial. Komedi suram yang tersembunyi dalam filmnya menyuguhkan pertanyaan moral dan bahan pemikiran bagi penontonnya. Masyarakat Indonesia mengenalnya sebagai pembawa acara TV sekaligus komedian dalam Takeshi's Castle (Benteng Takeshi) Penampilannya dalam Zatōichi di tahun 2003 meraih sukses yang luar biasa.


JADWAL PENAYANGAN FILM KIYOSHI KUROSAWA & TAKESHI KITANO
19 Januari 2009

  • 14.15 Kumo no Hitomi
  • 17.30 Kikujiro No Natsu
  • 19.30 Violent Cop

20 Januari 2009

  • 14.15 Hana-Bi
  • 17.30 Kids Return
  • 19.30 A Scene at the Sea

21 Januari 2009

  • 14.15 Kikujiro No Natsu
  • 17.30 Oinaru Genei
  • 19.30 Hebi no michi

22 Januari 2009

  • 14.15 Ningen Gokaku
  • 17.30 Violent Cop
  • 19.30 Sonatine

23 Januari 2009

  • 14.15 Akarui Mirai
  • 17.30 A Scene at the Sea
  • 19.30 Cure

24 Januari 2009

  • 14.15 Kids Return
  • 17.30 Hebi no michi
  • 19.30 Kikujiro No Natsu

25 Januari 2009

  • 14.15 Kairo
  • 17.30 Hana-Bi
  • 19.30 Akarui Mirai

26 Januari 2009

  • 14.15 Sonatine
  • 17.30 Kumo no Hitomi
  • 19.30 Ningen Gokaku

27 Januari 2009

  • 14.15 Oinaru Genei
  • 17.30 Cure
  • 19.30 Akarui Mirai

28 Januari 2009

  • 14.15 Kairo
  • 17.30 Hana-Bi
  • 19.30 Cure

Selasa, 13 Januari 2009

Free Indie Tuesday Januari 2009 @ Blitzmegaplex

Ini dia ajang film untuk semua: FREE INDIE TUESDAY - Nonton film indie GRATIS di Blitz Megaplex Grand Indonesia.

Setiap hari Selasa minggu ke-2 dan ke-4 setiap bulannya, kamu bisa nonton film indie pilihan di Blitz Megaplex Grand Indonesia tanpa harus beli tiket.


Waktu Nonton:

1. 19.00 WIB


Berikut jadwal pemutaran film ‘FIT’ bulan Januari yang bisa kamu tongkrongin, yaitu:


1. 13 Januari 2009 : The Queen


2. 27 Januari 2009 : City of Violence


Info film bisa diliat di Blitzmegaplex

Ayo, ajak teman kamu sebanyak-banyaknya ke ajang nonton film bergengsi! Inget lho, tempat terbatas!!

Free Indie Tuesday! Free Spirited, no ticket needed, free seating so don't be late!
-----------------------------------------------------------------------------------

Yang mw nonton bareng liat infonya di Blitz Club atau kirim email ke eZy

Ditunggu partisipasinya!!!


-eZy-


Minggu, 11 Januari 2009

Yes Man

Yes Man

Directed by : Peyton Reed
Cast : Jim Carrey, Terrence Stamp, Zoey Dischanel, Bradley Cooper, Rhys Darby, Danny Masterson
Genre : Drama/comedy
Duration : -

Yes, Yes, Yes !!!. Kata itulah yang kemudian membuat hidup Carl Allen (Jim Carrey) berubah drastis. Berbagai kesempatan bagus didapat Carl hanya dengan mengatakan Ya pada semua orang, yang meminta pertolongan kepadanya. Dari mulai naik jabatan, menjadi pria yang disayangi banyak orang, dan jatuh cinta kembali dengan seorang wanita, Allison (Zooey Deschanel). Carl yang tertutup dan suka mengurung diripun berubah menjadi periang dan menjalani hidup dengan lebih ringan.

Semua itu bermula ketika perasaan depresi dirasakan Carl saat ditinggal sang istri. Carl menjadi orang yang menyebalkan. Segala hal yang datang padanya selalu ditanggapi dengan sinis, dan selalu berkata tidak untuk siapapun dan apapun.

Hingga akhirnya Terrence Bundley (Terence Stamp) berhasil mengubah pola pikir dan membangkitkan kembali semangat hidup Carl lewat sebuah perjanjian. Perjanjian dengan dirinya sendiri untuk selalu mengatakan “Ya” pada apapun dan pada siapapun untuk setiap kesempatan yang datang pada dirinya.

Abakadabra! Kata Ya! pun selalu diucapkan Carl. Bagaikan kata ajaib yang mampu mengubah segala sesuatu menjadi indah, Ya!. Hasilnya, hidup Carl kembali menjadi berwarna, penuh keceriaan dan optimistis.

Namun perubahan diri Carl dari “No Man” menjadi “Yes Man” sedikit banyak disalahgunakan oleh pihak lain, termasuk sahabat sekaligus kuasa hukumnya, Peter (Bradley Cooper). Namun apa yang dilakukan Carl dengan selalu mengatakan "Ya" pada apapun, tidak sepenuhnya bisa dibenarkan dan dapat diikuti untuk sebuah tindakan yang inspiratif. Itu pula yang kemudian disampaikan Bundley kepada Jim Carrey, yang dengan lincah memerankan karakter Carl Allan. Karena, dengan imajinasinya sendiri, Carl membayangkan hal buruk akan terjadi pada dirinya. Karena imajinasi inilah yang kemudian menggeraknya untuk mengatakan "tidak". Padahal itu sebenarnya hanya ketakutan yang berlebihan hingga membuatnya celaka sendiri.

Seperti saat Carl menolak ketika diminta untuk ‘melayani’ perempuan tua tetangganya, dan menolak ketika mantan istrinya mengajaknya untuk kembali. Hubungan asmara yang hampir sukses dibangun Carl dengan Allison, vokalis wanita yang ditemui Carl di pom bensin dan memberinya tumpangan dengan skuter, pun berantakan ketika Allison tahu bahwa semua kemauannya selalu dituruti, karena Carl terikat perjanjian untuk selalu mengatakan “Yes!”.

Dan, tidak ada kata terlambat untuk sebuah perbaikan. Setelah Carl menyadari bahwa setiap perkataan “Ya” yang diucapkannya harus sesuai dengan keinginan hatinya, maka semua akan menjadi jauh lebih baik. Termasuk hubungannya dengan Allison.

Sebagai film komedi, film ini tidak hanya mengundang tawa lepas lewat aksi khas ala Jim Carrey, tapi juga jalan cerita yang memang lucu dan penuh kejutan.

Akting Carrey, tak usah disangkal lagi. Ia sukses memainkan sosok yang komikal dan berkarakter. Jalinan cerita yang dibangun penulis skenario David Iserson berhasil pula menyuguhkan cerita yang kuat. Gaya Carrey yang jenaka di sana-sini, membuat film ini makin memiliki daya tariknya.

http://entertainment.kompas.com/read/xml/2009/01/05/e141505/resensi.film.yes.man

-------------------------------------------------------------------------------------------

Film komedi yang menghibur dan mempunyai nilai moral yang dapat dijadikan sebagai pelajaran. Ketika kita dihadapkan sebuah permasalahan, janganlah mengurung diri, tapi coba lah hal-hal baru. Dan pastikan setiap keputusan kita bersumber dari diri kita, bukan karena pengaruh atau bujukan orang lain. Karena itu membuat hidup kita penuh warna dan bermakna.

-eZy-

Sabtu, 10 Januari 2009

THE OXFORD MURDERS | Antara Pembunuhan dan Matematika

THE OXFORD MURDERS

Directed by : Alex de la Iglesia
Cast : Elijah Wood, John Hurt, Leonor Watling, Julie Cox, Dominique Pinon
Genre : Thriller
Duration : 107 min

Bagi penggemar Elijah Wood, jangan sampai melewatkan film ini. Karena aktor tampan yang bermain cemerlang di film The Lord of The Ring akan mengobati kangen Anda melalui film The Oxford Murders garapan sutradara film Cult peraih belasan award berkebangsaan Spanyol Alex Dela Iglesia ini. Film produksi bersama tiga negara ini—Inggris, Perancis dan Spanyol—memasang Elijah Wood melalui pertimbangan panjang yang dilakukan oleh pihak Tornasol Films yang memproduksi film ini. Sebelum memutuskan memasang Elijah, Alex sempat melirik Gael Garcia Bernal, aktor terkenal Spanyol untuk peran utama. "Elijah memiliki bakat yang luar biasa sekali dalam berakting dan tatapan matanya itulah yang membuat film ini menjadi berisi." ujar sang sutradara yang terkesan dengan akting Elijah di block bustermovie Lord of The Ring, sehingga akhirnya dengan mantap memilih Elijah yang memiliki tatapan mata mendebarkan itu.

Martin (Elijah Wood, "Lord of the Rings"), mahasiswa Amerika yang belajar di Oxford, dan Arthur Seldom (John Hurt, "The Skeleton Key"), dosen Matematikanya, menemukan induk semang Martin mati terbunuh dengan keji.
Seldom mengatakan pada polisi bahwa ia menerima surat dengan alamat sang induk semang ditandai sebagai "Pertama dalam urutan". Karena Seldom mengajar teori logika seri, ia curiga si pembunuh berantai sedang menguji kepandaiannya--membunuh orang-orang di sekitarnya satu demi satu untuk menyerang sang dosen. Martin, Seldom dan Lorna (Leonor Watling, "Talk To Her"), seorang suster Spanyol, bersama-sama berusaha memecahkan misteri ini sementara pembunuhan demi pembunuhan terus berlangsung.

The Oxford Murder memakan waktu shooting 3 bulan lebih, yakni sejak 22Januari 2007 sampai 24 Maret 2007, dengan mengambil lokasi di Universitas Oxford, Inggris, Musium Victoria dan Albert di London, dan Pengadilan Cast Courts.

Film yang pertama kali release di Inggris pada 25 April 2008 ini akan diputar di Blitzmegaplex. SaksikanThe Oxford Murder mulai 7 Januari 2009. (oz2009) Info: 021-92995700 or Emailto mailto:film.publisher%40gmail.com ATAU kalo kalian mau tau perkembangan film yang akan tayang atau informasi lainnya perihal perfilman di Indonesia... cepetan gabung aja di sini...
http://www.facebook%20.com/home.%20php?ref=home#

-------------------------------------------------------------------------------------

Yang mw nonton bareng liat infonya di Blitz Club atau kirim email ke eZy

Ditunggu partisipasinya!!!

-eZy-