January 22, 2009 to January 26, 2009
Blitzmegaplex Grand Indonesia
Dreaming Stories: Australian Indigenous Cultural Festival di blitzmegaplex tanggal 22 - 26 Januari 2009.
Festival yang diadakan oleh Kedutaan Besar Australia ini selain mempertunjukkan berbagai kebudayaan penduduk asli Australia di Grand Indonesia Shopping Town, juga akan ada screening berbagai film asli Australia di blitzmegaplex Grand Indonesia.
Yang seru, menghadiri acara Festival Dreaming Stories memberikan kesempatan untuk pergi ke Sydney gratis!
Ten Canoes
Jumat, 23 Januari 2009 (19:30 WIB)
Senin, 26 Januari 2009 (17:00 WIB)
Directed by: Rolf de Heer, Peter Djigirr
Cannes Film Festival - Un Certain Regard : Special Jury Prize
Australian Film Institute Awards – Best Picture, Best Director, Best Original Screenplay
Sebuah kisah tentang ritual menjelang dewasa di salah satu suku asli Australia. Dayindi mendapatkan lebih dari sekedar belajar membuat kano dari pohon pada perburuan pertamanya di rawa-rawa Arafura, ia juga mendapatkan pelajaran moral dan adat dari Minygululus.
--------------------------------------------------------------------------------
Australian Rules
Sabtu, 24 Januari 2009 (14: 45 WIB)
Senin, 26 Januari 2009 (19:00 WIB)
Directed by Paul Goldman
Di Teluk Prospek, di ujung Australia Selatan, dua kelompok Goonyas (berkulit putih) dan Nungas (berkulit hitam) bertemu dalam satu-satunya hal yang bisa mempersatukan mereka: lapangan bola. Tetapi rasialisme dan perbedaan kelas membayangi prospek kemenangan tim campuran ini. Isu ini sangat dirasakan oleh Blacky, remaja kulit putih yang lebih tertarik pada buku ketimbang olahraga, dan sahabat karibnya Dumby, bintang dalam tim olahraga tersebut yang juga kebetulan seorang Aborigin.
--------------------------------------------------------------------------------
The Tracker
Sabtu, 24 Januari 2009 (17:00 WIB)
Minggu, 25 Januari 2009 (14:45 WIB)
Directed by Rolf de Heer
Flanders International Film Festival – Best Screenplay
Australian Film Institute Awards – Best Actor
Venice Film Festival – Special Mention
Tahun 1922, di suatu tempat di Australia, seorang pria suku asli Australia dituduh telah membunuh seorang perempuan kulit putih. Tiga pria kulit putih yang bernama The Fanatic, The Follower dan The Veteran, ditugaskan untuk menangkap tersangka dengan bantuan seorang pencari jejak Aborigin (The Tracker). Dalam misi ini mereka harus menghadapi bahaya yang lebih besar daripada sekedar menembus pedalaman Australia: rasialisme dan pertentangan dalam batin masing-masing.
--------------------------------------------------------------------------------
Razzle Dazzle: A Journey Into Dance
Minggu, 25 Januari 2009 (17:00 WIB)
Directed by Darren Ashton
Dalam sebuah ajang lomba tari Sanosafe Troupe Spectacular, murid-murid sang guru tari super serius, Mr. Jonathon, harus berhadapan dengan juara bertahan 5 kali, asuhan Miss Elizabeth. Sementara itu Justine yang ambisius menghalalkan segala cara agar putrinya, Tenille, bisa mendapatkan posisi penari utama dalam tim yang pasti menang.
Film komedi segala usia ini mengisahkan dunia tersembunyi di balik kompetisi tari anak-anak dan dijamin mengundang tawa.
--------------------------------------------------------------------------------
Yolngu Boy
Minggu, 25 Januari 2009 (19:00 WIB)
Directed by Stephen Johnson
Lorrpu, Botj dan Milika, tiga bocah Yolngu (Aborigin) yang pernah berbagi mimpi menjadi pemburu sejati. Tetapi, banyak yang berubah ketika mereka remaja. Botj jadi berandalan sehingga pernah masuk penjara. Milika lebih suka main sepakbola dan merayu cewek. Hanya Lorrpu yang masih melaksanakan budaya Aborigin dan berniat mencapai mimpi lama mereka. Suatu kali Botj melanggar batas dan terancam kembali dipenjara. Lorrpu harus memilih antara masa depannya dan menyelamatkan masa depan sahabatnya. Maka ketiga pemuda ini memulai petualangan mereka ke Darwin untuk membela Botj di depan ketua suku Dawu. Sepanjang perjalanan, mereka harus menggunakan segenap kemampuan dan insting mereka, pengetahuan kuno suku Aborigin, serta kekuatan persahabatan mereka.
--------------------------------------------------------------------------------
Rabbit-Proof Fence
Senin, 26 Januari 2009 (14:45 WIB) - Screening khusus merayakan Hari Jadi Australia
Directed by Phillip Noyce
Australian Film Institute Awards – Best Picture
Edinburg International Film Festival – Audience Award
Denver International Film Festival – Audience Award
National Board of Review – Best Director
San Francisco International Film Festival – Special Citation
Nominated for Golden Globe Award – Best Original Score
Film ini dibuat berdasarkan memoar berjudul sama karya Doris Pilkington Garimara. Mengisahkan tiga gadis campuran kulit putih - Aborigin yang melarikan diri dari Suaka Pemerintah Moore River Untuk Suku Asli di sebelah utara Perth, dan kembali ke keluarga Aborigin mereka setelah dipisahkan semenjak 1931. Ketiga gadis ini harus berjalan kaki selama 9 minggu pulang ke Jigalong, menempuh jarak 2414 km dengan menyusuri pagar anti kelinci, sebuah pagar pengaman untuk menanggulangi hama kelinci dan terbentang membelah Australia Barat dari utara ke selatan. Sementara itu mereka juga harus menghindari seorang pelacak jejak Aborigin dan pegawai pemerintahan berkulit putih yang berniat membawa mereka kembali ke Moore River.
Film ini dibintangi oleh Kenneth Branagh (Frankenstein, Valkyrie) dan Sinematografinya yang berhasil memberikan gambar-gambar menakjubkan digarap oleh Christopher Doyle (Chungking Express, Psycho)
Untuk menonton gratis, dapatkan tiketnya dengan menelpon nomor hotline Dreaming Stories Festival 021 - 2550 5400
Informasi lebih detil mengenai program ini, klik www.indonesia.embassy.gov.au atau www.dfat.gov.au/in2oz
http://www.blitzmegaplex.com/